Skip to content

Apa Itu Diet Yoyo dan Bagaimana Cara Mengatasinya


bagikan ke teman

Dalam dunia diet, ada istilah diet yoyo. Seperti halnya mainan yoyo yang naik-turun, diet yoyo juga sebenarnya untuk menyindir cara diet yang keliru dimana berat badan turun lalu naik lagi, jadi usaha dietnya terkesan sia-sia atau bahkan menjadi makin melar bodinya. Kenapa kok diet yoyo bisa terjadi? Dan bagaimana agar kita yang sedang menjalani program diet, tidak mengalami yoyo effect?

diet herbalife

Diet yang Sehat : Yang Turun Harus Kadar Lemak-nya
Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tubuh kita – untuk perhitungan berat badan – sebenarnya terdiri dari lemak, otot, tulang dan air. Jadi misalnya berat badan anda 60 kilogram, maka 60 kilogram tersebut merupakan berat total dari lemak, otot, tulang dan air. Nah, diet yang tepat dan sehat adalah diet yang berhasil mengurangi kadar lemak, BUKAN kadar air, massa otot atau tulang. Karena yang namanya kelebihan berat badan adalah kelebihan lemak. Jadi yang harus dipangkas adalah lemaknya saja. Lemak itu kan sejatinya adalah “makanan” yang tersimpan karena kita pernah atau sering kelebihan makan dalam jangka waktu panjang.

Diet yang Sehat : Menjaga Metabolisme Tubuh
Kalau kita dalam masa diet dengan mengatur makan (asupan kalori), maka tubuh akan “membakar” lemak yang tersimpan di tubuh kita : di pipi, perut, paha, lengan dan sebagainya. Inilah yang terjadi pada proses penurunan berat badan, yaitu tubuh membakar lemak yang tersimpan akibat pola makan yang dibatasi (dibanding pola makan kita sebelum-sebelumnya). Kalau kondisinya seperti ini terus sih enak : diet menjadi sesimple itu, yaitu cuma urusan nggak makan, lalu berat badan bisa turun. Tapi faktanya tidak akan seperti itu. Karena ketika kita membatasi makan, maka tubuh kita ikut-ikutan membatasi kemampuannya membakar lemak. Istilah dalam dunia diet disebut dengan metabolisme. Jadi ketika kita membatasi makan, metabolisme tubuh ikutan melambat. Artinya, walau lemak dibadan kita masih menumpuk segudang, tapi tubuh tidak bisa lagi membakarnya karena terjadi pelambatan metabolisme. Inilah yang tadi disebut bahwa diet tidak sesimple itu. Ini seperti main kucing-kucingan antara membatasi makan dan metabolisme :

kalau makan tambah gemuk, kalau tidak makan metabolisme melambat dan susah membakar lemak

REPOT BUKAN?

Jadi kalau diringkas jalan ceritanya seperti ini :

  • Anda diet membatasi makan
  • awal-awal tubuh membakar lemak, berat badan anda turun. Misalnya turun 3kg dalam 1-2 minggu
  • lalu, tubuh mulai menyesuaikan metabolisme karena pembatasan makan
  • metabolisme melambat, proses pembakaran lemak terhenti
  • walau anda sudah diet seketat apapun, anda cuma bisa mentok turun 3kg tadi. ¬†Atau bisa jadi tubuh anda makin kurus, berat badannya turun pelan-pelan. Tapi yang turun adalah massa ototnya bukan kadar lemaknya. Ini adalah diet yang tidak sehat, yang akan dijelaskan di paragraf berikut nanti.
  • masa mentok ini disebut masa plateu.
  • saat-saat seperti ini biasanya membuat seseorang menjadi lebih mudah lemas (karena massa otot menurun) dan diakhiri dengan rasa frustasi.
  • Lalu biasanya anda kemudian keluar dari pola diet ini, misalnya makan sedikit karbohidrat, maka dengan gampang berat badan anda naik lagi, bahkan bisa melebihi dari 3kg yang sudah anda capai dengan susah payah.
  • Itulah yang disebut diet yoyo.

Diet Yoyo : Karena Massa Otot ikutan Turun
Siapapun pasti punya otot. Jadi jangan dibayangkan otot itu hanya urusannya atlet atau binaragawan. Jaringan otot adalah pasukan pembakar lemak! Makin besar jaringan otot kita, maka makin banyak lemak yang bisa dibasmi. Nah, bagaimana mungkin tubuh bisa membakar lemak dengan baik jika massa otot tubuh kita ikut turun seperti cerita diatas? Itu makanya disebut diawal paragraf tadi bahwa turun berat badan yang benar adalah yang menghilangkan kadar lemak, bukan massa otot. Malah seharusnya jaringan otot kita makin bertambah, agar metabolisme tubuh kita meningkat. Orang yang terjebak pada fase plateu itu karena massa ototnya sudah tergerus, dan metabolisme melambat. Orang yang kemudian kena yoyo effect disebabkan karena pada saat kemampuan pembakaran lemak tubuh kita pada kondisi terendah, lalu kemasukkan karbohidrat. Menumpuklah karbo tersebut jadi lemak! Mengerikan bukan? Orang yang diet yoyo itu sudah kehilangan massa otot sekian kilo lalu kemudian ketambahan lemak sekian kilo!

Lalu Bagaimana Solusinya Biar Tidak Mengalami Diet Yoyo?

Sebenarnya metode diet membatasi asupan kalori itu sudah benar. Nggak makan nasi juga tidak salah, malah memang dianjurkan mengurangi karbohidrat sederhana. Biasanya makan 3 kali lalu jadi makan hanya 1 kali juga tidak keliru. Tapi diet rendah kalori bukan sesederhana itu. Agar yang mengalami penurunan adalah kadar lemaknya – bukan massa otot-nya – tubuh harus banyak mengkonsumsi sesuatu yang kaya akan protein. Protein adalah zat dasar dalam pembentukan massa otot. Bahkan protein yang dikonsumsi dibareng dengan aktivitas fisik akan mempercepat pembentukan otot – si pemberantas lemak. Jadi dalam model diet rendah kalori, tubuh kita harus tetap “makan” makanan yang tinggi protein, untuk mempertahankan massa otot dan menjaga metabolisme pembakaran lemak.

Dalam proses diet yang diimbangi dengan makanan berprotein tinggi, maka massa otot kita cenderung bertambah. Bertambahnya massa otot akan meningkatkan sistem pembakaran lemak. Ketika massa otot kita meningkat dibandingkan sebelum diet, maka walau kita sudah tidak diet dengan ketat, maka tubuh relatif tidak akan mengalami kenaikkan berat badan. Karena para pembasmi lemaknya selalu siap sedia bahkan pasukannya jauh lebih banyak ketimbang sebelum diet

Apakah Diet dengan Produk Herbalife Bisa Menyebabkan Diet Yoyo?

Logikanya sih mudah : kalau diet hanya sekedar nggak makan, ngapain juga konsumsi produk herbalife yang harga-nya tidak murah? Buat apa konsumsi Herbalife kalau kemudian dietnya jadi diet yoyo?

Produk herbalife telah disusun untuk keseimbangan tubuh kita. Produk Herbalife bukan sekedar sebagai makanan rendah kalori, tapi juga memiliki jajaran produk yang berbasis protein tinggi seperti Shake Mix dan Personalized Protein Powder. Bahkan juga banyak produk-produk lainnya yang siap menjaga sistem metabolisme tubuh agar tidak kendor dalam membakar lemak.

Namun, produk herbalife memang bukan produk yang dibeli lalu diminum begitu saja. Produk herbalife akan memberikan hasil optimal jika dijalankan dengan metode diet yang tepat. Ketika diet itu adalah sebuah proses yang tidak mudah, maka sangat penting – buat anda yang ingin menggunakan produk Herbalife – untuk mendapatkan pendampingan khusus dari coach diet / konsultan diet yang paham betul seluk-beluk diet.

Ingin Konsultasi?

Jika Anda sedang membuka web ini menggunakan handphone :

  • bisa langsung add pin bb kami dari link ini : Pin BBM
  • bisa langsung chat pakai whatsapp dari link berikut ini : chatting whatsapp

Atau anda bisa manual menghubungi kami lewat data kontak dibawah ini :

Indosat : 0857-4570-4980
Telkomsel : 0813-5355-6575
Pin BB (yang mudah dihafal) : diet-yuk
LINE : laurentiafanny

Yang Perlu Anda Ketahui Juga :

Published inTips Diet