Apakah Diet Herbalife Pakai Teh Saja Bisa Berhasil?

Jawabannya adalah : TIDAK. Atau setidaknya : bisa berhasil tapi sangat ditentukan oleh faktor lain. Pada prinsipnya begini : diet itu adalah urusan mengatur asupan makanan ke tubuh kita. Titik. Teh itu fungsinya hanya untuk menaikkan level metabolisme tubuh kita saja. Harapannya kalau metabolisme naik, maka akan lebih banyak lemak yang dibakar. Tapi, ketika di saat bersamaan, tubuh kita tidak melakukan metode kalori defisit, maka sama saja bohong. Jadi saya simpulkan :

  1. Diet itu harus mengatur makan. Dalam sistem diet herbalife, produk untuk mengatur asupan makanan adalah Shake Mix. Ia berperan menggantikan makan kita keseharian yang tinggi kalori. Shake Mix kalorinya hanya 80. Coba bandingkan dengan mie instan yang bisa mencapai 300 kal. Tapi sebaliknya shake mix ini tinggi nutrisi yang cocok buat diet
  2. Teh itu berperan membantu mempercepat sistem pembakaran lemak. Yang akan optimal jika point no. 1 dijalankan.

Tapi kadang ada pertanyaan : Kok teman saya minum Teh Herbalife saja bisa turun?

  1. Yang turun itu apa? Lemak atau otot atau kadar air. Kalau bukan lemaknya, maka malah bahaya. Jadi jangan hanya patokan beratnya turun, tapi harus tahu yang turun itu lemaknya apa bukan
  2. Coba stop minum tehnya, apakah akan naik lagi. Secara logika : pasti akan naik karena pola makannya tetap

Silahkan konsul ke coach diet anda untuk hasil optimal

Kenapa Sudah Rutin Minum Herbalife Tapi Berat Badan Tidak Turun?

Banyak orang yang berhasil diet turun berat badan menggunakan produk herbalife, tapi juga tidak sedikit yang gagal, bahkan beberapa malah tambah naik berat badannya. Kok bisa? Apa penyebab bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya? Berikut beberapa hal yang jadi penyebab seseorang tidak berhasil turun (banyak) selama program diet Herbalife

Sekedar Asal Minum
Yang harus anda pahami SEJAK AWAL, adalah bahwa diet itu BUKAN perkara MUDAH. Diet Herbalife bukan sekedar beli produk, lalu rutin dikonsumsi. Lalu timbang berharap turun. Sekali lagi : BUKAN! Diet herbalife itu berliku-liku. Saya istilahkan : penuh jebakan dan cobaan. Jadi anda sangat butuh seorang pendamping, yang sudah berpengalaman membimbing anda menjalani proses yang tidak mudah ini. Jangan sampai anda buang uang percuma, atau malah bukannya kurus tapi tambah gemuk.

Tidak Sabar dan Konsisten
Ingat, proses anda jadi sebesar sekarang ini adalah proses yang tidak sebentar. Mungkin bulanan, mungkin juga tahunan. Sehingga proses turun berat badannya pun juga tidak mungkin instan! Terlebih seperti yang disebut di atas, bahwa proses diet itu berliku-liku dan penuh jebakan. Mungkin akan ada masa dimana berat badan anda terkesan bandel tidak mau turun, lalu anda menyerah tidak lagi mau melanjutkan diet. Padahal masa itu adalah masa yang wajar terjadi, yang harus dilalui dengan sabar dan tabah. Disinilah peran pendamping diet itu menjadi penting. Pastikan anda melakukan diet herbalife dengan bimbingan seorang coach atau konsultan.

Stress
Diet itu harus menjadi kegiatan yang menggembirakan. Ketika diet justru menjadi beban dan membuat anda stress, maka metabolisme anda juga mengikuti mood anda. Metabolisme jadi malas-malasan membakar lemak. Bahkan banyak orang yang memilih untuk makan sebanyak-banyaknya dan sesuka-sukanya ketika ia sudah stress dalam diet. Faktor lain juga misalnya adalah terlalu sering menimbang berat badan. Ini sebenarnya sebagai bentuk stress tersendiri.

Kurang Tidur
Kurang tidur akan menyebabkan metabolisme tubuh ikut melemah. Ingat, metabolisme adalah faktor penting dalam pembakaran kalori, Atur waktu tidur anda. Tubuh yang lemas karena kurang tidur, merupakan salah satu ciri diet yang tidak berhasil

Mulai sekarang, coba hubungi coach/konsultan diet anda, mereka bukan sekedar akan memberi tips, tapi juga akan menjadi teman seperjalanan untuk anda, mencapai goal yang anda harapkan, yaitu tubuh yang sehat serta ideal.

Paket Program Diet Herbalife untuk Bulan Puasa (Ramadhan)

Banyak orang berharap pada saat Hari Raya tubuh mereka bisa langsing, apalagi ketika harus bertemu dengan sanak family dan handai taulan. Ada yang beranggapak, cukup ikut program puasa saja seperti biasa, pasti nanti pas LEBARAN juga sudah turun berat badannya. Faktanya :

  1. Bukannya langsing tapi makin gemuk. Karena buka puasanya kebanyakan karbohidrat dan kalori.
  2. Benar turun berat badan, tapi habis LEBARAN – habis makan tanpa rem saat HARI RAYA – tubuh makin LEBAR.  Ini disebut diet yoyo. Diet yoyo adalah diet terburuk yang pernah ada. Bisa dibaca disini

Bagaimana agar diet sehat dan optimal – dengan produk herbalife – saat bulan puasa / ramadhan sehingga ketika HARI RAYA tubuh bisa langsing, dan tidak mudah naik lagi setelahnya?

Kuncinya adalah Protein
Ketika sedang diet, apalagi pada bulan ramadhan, kita harus banyak mengkonsumsi protein. Protein akan menjaga massa otot kita sehingga sistem pembakaran tubuh tetap terjaga bahkan setelah kita tidak sedang diet sekalipun. Kekurangan protein akan membuat anda kehilangan massa otot. Kehilangan massa otot akan menyebabkan tubuh tidak bisa membakar lemak. Dianjurkan mengkonsumsi Shake Mix dan Protein Powder pada saat sahur dan pada saat berbuka puasa sebagai sumber protein utama

Jaga Metabolisme Tubuh!
Menjaga metabolisme agar tetap stabil sangat bermanfaat untuk proses pembakaran lemak. Herbal Concentrate yang mengandung cafein alami teh hijau akan membantu tubuh anda dalam proses peningkatan metabolisme pembakaran lemak. Anda juga bisa mengkomsi Herbal Aloe sebagai “penjaga” kesehatan pencernaan. Dengan pencernaan yang sehat selama bulan puasa, maka pembakaran lemak akan lebih optimal.

paket herbalife saat puasa

Jadi selama bulan puasa, paket diet yang bisa anda pakai adalah :

Shake Mix
Personalized Protein Powder
Herbal Aloe Concentrate
Herbal (tea) Concentrate

Optional : Omega 3 (herbalifeline)

Apa Itu Diet Yoyo dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Dalam dunia diet, ada istilah diet yoyo. Seperti halnya mainan yoyo yang naik-turun, diet yoyo juga sebenarnya untuk menyindir cara diet yang keliru dimana berat badan turun lalu naik lagi, jadi usaha dietnya terkesan sia-sia atau bahkan menjadi makin melar bodinya. Kenapa kok diet yoyo bisa terjadi? Dan bagaimana agar kita yang sedang menjalani program diet, tidak mengalami yoyo effect?

diet herbalife

Diet yang Sehat : Yang Turun Harus Kadar Lemak-nya
Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tubuh kita – untuk perhitungan berat badan – sebenarnya terdiri dari lemak, otot, tulang dan air. Jadi misalnya berat badan anda 60 kilogram, maka 60 kilogram tersebut merupakan berat total dari lemak, otot, tulang dan air. Nah, diet yang tepat dan sehat adalah diet yang berhasil mengurangi kadar lemak, BUKAN kadar air, massa otot atau tulang. Karena yang namanya kelebihan berat badan adalah kelebihan lemak. Jadi yang harus dipangkas adalah lemaknya saja. Lemak itu kan sejatinya adalah “makanan” yang tersimpan karena kita pernah atau sering kelebihan makan dalam jangka waktu panjang.

Diet yang Sehat : Menjaga Metabolisme Tubuh
Kalau kita dalam masa diet dengan mengatur makan (asupan kalori), maka tubuh akan “membakar” lemak yang tersimpan di tubuh kita : di pipi, perut, paha, lengan dan sebagainya. Inilah yang terjadi pada proses penurunan berat badan, yaitu tubuh membakar lemak yang tersimpan akibat pola makan yang dibatasi (dibanding pola makan kita sebelum-sebelumnya). Kalau kondisinya seperti ini terus sih enak : diet menjadi sesimple itu, yaitu cuma urusan nggak makan, lalu berat badan bisa turun. Tapi faktanya tidak akan seperti itu. Karena ketika kita membatasi makan, maka tubuh kita ikut-ikutan membatasi kemampuannya membakar lemak. Istilah dalam dunia diet disebut dengan metabolisme. Jadi ketika kita membatasi makan, metabolisme tubuh ikutan melambat. Artinya, walau lemak dibadan kita masih menumpuk segudang, tapi tubuh tidak bisa lagi membakarnya karena terjadi pelambatan metabolisme. Inilah yang tadi disebut bahwa diet tidak sesimple itu. Ini seperti main kucing-kucingan antara membatasi makan dan metabolisme :

kalau makan tambah gemuk, kalau tidak makan metabolisme melambat dan susah membakar lemak

REPOT BUKAN?

Jadi kalau diringkas jalan ceritanya seperti ini :

  • Anda diet membatasi makan
  • awal-awal tubuh membakar lemak, berat badan anda turun. Misalnya turun 3kg dalam 1-2 minggu
  • lalu, tubuh mulai menyesuaikan metabolisme karena pembatasan makan
  • metabolisme melambat, proses pembakaran lemak terhenti
  • walau anda sudah diet seketat apapun, anda cuma bisa mentok turun 3kg tadi.  Atau bisa jadi tubuh anda makin kurus, berat badannya turun pelan-pelan. Tapi yang turun adalah massa ototnya bukan kadar lemaknya. Ini adalah diet yang tidak sehat, yang akan dijelaskan di paragraf berikut nanti.
  • masa mentok ini disebut masa plateu.
  • saat-saat seperti ini biasanya membuat seseorang menjadi lebih mudah lemas (karena massa otot menurun) dan diakhiri dengan rasa frustasi.
  • Lalu biasanya anda kemudian keluar dari pola diet ini, misalnya makan sedikit karbohidrat, maka dengan gampang berat badan anda naik lagi, bahkan bisa melebihi dari 3kg yang sudah anda capai dengan susah payah.
  • Itulah yang disebut diet yoyo.

Diet Yoyo : Karena Massa Otot ikutan Turun
Siapapun pasti punya otot. Jadi jangan dibayangkan otot itu hanya urusannya atlet atau binaragawan. Jaringan otot adalah pasukan pembakar lemak! Makin besar jaringan otot kita, maka makin banyak lemak yang bisa dibasmi. Nah, bagaimana mungkin tubuh bisa membakar lemak dengan baik jika massa otot tubuh kita ikut turun seperti cerita diatas? Itu makanya disebut diawal paragraf tadi bahwa turun berat badan yang benar adalah yang menghilangkan kadar lemak, bukan massa otot. Malah seharusnya jaringan otot kita makin bertambah, agar metabolisme tubuh kita meningkat. Orang yang terjebak pada fase plateu itu karena massa ototnya sudah tergerus, dan metabolisme melambat. Orang yang kemudian kena yoyo effect disebabkan karena pada saat kemampuan pembakaran lemak tubuh kita pada kondisi terendah, lalu kemasukkan karbohidrat. Menumpuklah karbo tersebut jadi lemak! Mengerikan bukan? Orang yang diet yoyo itu sudah kehilangan massa otot sekian kilo lalu kemudian ketambahan lemak sekian kilo!

Lalu Bagaimana Solusinya Biar Tidak Mengalami Diet Yoyo?

Sebenarnya metode diet membatasi asupan kalori itu sudah benar. Nggak makan nasi juga tidak salah, malah memang dianjurkan mengurangi karbohidrat sederhana. Biasanya makan 3 kali lalu jadi makan hanya 1 kali juga tidak keliru. Tapi diet rendah kalori bukan sesederhana itu. Agar yang mengalami penurunan adalah kadar lemaknya – bukan massa otot-nya – tubuh harus banyak mengkonsumsi sesuatu yang kaya akan protein. Protein adalah zat dasar dalam pembentukan massa otot. Bahkan protein yang dikonsumsi dibareng dengan aktivitas fisik akan mempercepat pembentukan otot – si pemberantas lemak. Jadi dalam model diet rendah kalori, tubuh kita harus tetap “makan” makanan yang tinggi protein, untuk mempertahankan massa otot dan menjaga metabolisme pembakaran lemak.

Dalam proses diet yang diimbangi dengan makanan berprotein tinggi, maka massa otot kita cenderung bertambah. Bertambahnya massa otot akan meningkatkan sistem pembakaran lemak. Ketika massa otot kita meningkat dibandingkan sebelum diet, maka walau kita sudah tidak diet dengan ketat, maka tubuh relatif tidak akan mengalami kenaikkan berat badan. Karena para pembasmi lemaknya selalu siap sedia bahkan pasukannya jauh lebih banyak ketimbang sebelum diet

Apakah Diet dengan Produk Herbalife Bisa Menyebabkan Diet Yoyo?

Logikanya sih mudah : kalau diet hanya sekedar nggak makan, ngapain juga konsumsi produk herbalife yang harga-nya tidak murah? Buat apa konsumsi Herbalife kalau kemudian dietnya jadi diet yoyo?

Produk herbalife telah disusun untuk keseimbangan tubuh kita. Produk Herbalife bukan sekedar sebagai makanan rendah kalori, tapi juga memiliki jajaran produk yang berbasis protein tinggi seperti Shake Mix dan Personalized Protein Powder. Bahkan juga banyak produk-produk lainnya yang siap menjaga sistem metabolisme tubuh agar tidak kendor dalam membakar lemak.

Namun, produk herbalife memang bukan produk yang dibeli lalu diminum begitu saja. Produk herbalife akan memberikan hasil optimal jika dijalankan dengan metode diet yang tepat. Ketika diet itu adalah sebuah proses yang tidak mudah, maka sangat penting – buat anda yang ingin menggunakan produk Herbalife – untuk mendapatkan pendampingan khusus dari coach diet / konsultan diet yang paham betul seluk-beluk diet.

Kenapa Sudah Tidak Makan (Nasi) Seharian Tapi Berat Badan Tidak Turun Juga?

Mengapa ya, saya sudah tidak makan nasi, atah bahkan tidak makan sama sekali – atau hanya makan buah / outmeal dsj, tapi berat badan saya kok nggak turun-turun?

Ini adalah masalah klasik dalam program diet. Kebanyakan orang merasa urusan turun berat badan itu hanya sekedar JANGAN MAKAN. Titik.

SALAH BESAR. Tubuh kita tidak sesimple itu. Proses diet itu ibarat lingkaran setan yang kerap membuat orang frustasi jika tidak paham esensinya. Betul memang ketika anda diet, anda harus membatasi asupan kalori terutama dari karbohidrat sederhana seperti nasi, tepung-tepungan (dalam bentuk roti dan sejenisnya) termasuk keluarga mie-mie-an. Tapi orang yang tidak makan, akan mengalami :

  • penurunan metabolisme, padahal metabolisme ini penting untuk membakar lemak.
  • penurunan massa otot, padahal kalau saja massa ototnya tinggi maka proses pembakaran kalori/lemak juga akan makin cepat. Makanya, urusan berat badan turun itu bukan sekedar turun, tapi harus tepat yang turun itu apanya. Jangan sampai yang turun itu massa ototnya, karena kalau sampai yang turun massa ototnya maka dietnya akan masuk fase plateau.

Ini kita baru bicara mengenai efeknya terhadap penurunan berat badan, belum bicara mengenai dampaknya terhadap daya tahan tubuh. Karena makan itu bukan sekedar urusan mengisi perut, tapi juga merupakan suplai nutrisi, vitamin dan mineral. Ketika tubuh kita dihentikan asupan nutrisinya, maka tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan virus, bakteri dan penyakit.

Jadi, selama kita diet, makan tetap merupakan KEHARUSAN. Tapi makan seperti apa yang dianjurkan? Dalam konsep diet Herbalife, permasalahan diatas sudah dijawab semua.

  1. Kita tetap makan sehari 3 kali, bahkan lebih. Tapi sangat dianjurkan pagi dan malam mengkonsumsi Shake Mix Herbalife saja, tidak mengkonsumsi karbohidrat sederhana yang berat-berat macam nasi dan sejenisnya
  2. Shake Mix itu proteinnya tinggi, sehingga sangat membantu mempertahankan massa otot
  3. Shake Mix itu, nutrisinya tinggi, sehingga bisa mencukupi kebutuhan tubuh akan keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari.

 

Program Diet Yang Sehat dan Tepat : Jangan Sampai Massa Otot Anda Berkurang

Ketika kita membicarakan masalah berat badan, tubuh kita sebenarnya terdiri dari 4 kandungan utama :

  1. Air, yang biasanya mencapai lebih dari 50% berat badan. Jadi misalnya berat anda 60kg, maka jumlah air pada tubuh anda minimal adalah 30kg.
  2. Lemak, atau energi yang tersimpan
  3. Otot
  4. Tulang

Jadi misalnya anda seorang yang punya berat badan 80kg, tinggi 150cm. Ini sudah jelas, anda sedang kegemukan (overweight atau bahkan obesitas – yang bisa diukur dengan sistem BMI). Nah kelebihan berat badan itu pada umumnya terjadi pada penumpukkan LEMAK (no.2). Bukan kelebihan air, otot apalagi tulang. Proses penurunan berat badan – yang sehat – harus terjadi dengan mengurangi kadar lemak dalam tubuh, bukan dengan mengurangi kadar air atau massa otot. Kenapa?

Peran air dan otot dalam tubuh kita adalah menjaga metabolisme. Perlu diketahui, bahwa metabolisme tubuh itu sebenarnya bisa diartikan sebagai kemampuan tubuh membakar kalori/lemak. Jadi :

  • jika kita kekurangan air, maka metabolisme kita menurun –> kemampuan membakar lemak-nya pun turun.
  • massa otot yang juga menurun akan menyebabkan proses pembakaran lemak-pun ikutan turun.

Oleh karena itu mengapa selama ini sering terjadi :

  1. orang yang kurang minum air putih, jadi sedikit terganggu konsentrasinya (ingat sebuah iklan air mineral di televisi)
  2. orang yang kurang minum air putih akan sulit turun berat badannya
  3. orang yang diet nggak makan apa-apa seharian penuh akan turun berat badan dalam beberapa saat lalu sulit lagi mengalami penurunan (masuk massa plateau). Hal ini dikarenakan : ketika kita sedang diet, dan tidak mengkonsumsi protein yang cukup, maka massa otot kita berkurang. Berkurangnya massa otot menyebabkan metabolisme turun. Metabolisme turun menyebabkan kemampuan tubuh membakar lemak juga ikut turun. Sebagai informasi, massa otot itu dibentuk oleh asupan protein.
cara diet yang salah
diet bukan tidak makan apa-apa, tapi harus mengkonsumsi makanan tinggi protein

Jadi dalam diet yang sehat dan baik, yang harus turun adalah massa lemak tubuh kita. Kadar air dan massa otot diharapkan tetap atau naik. Untuk menaikkan massa otot, diperlukan asupan protein yang cukup. Oleh karena itu, orang yang sedang dalam program diet rendah kalori semacam diet herbalife, wajib mengkonsumsi protein cukup besar. Di Herbalife, asupan protein di dapat dari Shake Mix dan Personalized Protein Powder.

Proses pembakaran lemak dengan peningkatan metabolisme tubuh akan membantu meningkatkan level energi kita. Dengan demikian walau kita sedang dalam program pengendalian berat badan, tapi tubuh kita tetap segar bugar dan bersemangat! Akan sebaliknya yang terjadi jika diet kita adalah diet yang tidak sehat, dimana yang berkurang hanya kadar airnya saja, atau bahkan massa otot! Sudah pasti tubuh menjadi lemas.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal dengan Sistem Index Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI)

obesitas
image dari chrismadden.co.uk

Seberapa gemuk-kah Anda? Apakah anda masih tergolong overweight belaka atau malah sudah masuk level obesitas? Selama ini anda mungkin sering menimbang berat badan anda, tapi anda bisa jadi belum tahu anda berada di level kegemukkan yang mana. Atau, bisa jadi anda orang sudah bertekad untuk diet menurunkan bb, tapi anda tidak tahu bagaimana cara menentukan berat badan ideal anda sendiri. Walau secara kasat mata, kita bisa mengira-ngira keproporsionalan tubuh kita, namun sebenarnya kita bisa tahu secara pasti :

  1. Berapa sih berat badan ideal kita
  2. apakah kita underweight, normal, overweight atau obesitas
  3. Berapa banyak berat badan yang harus kita pangkas agar punya badan ideal.

Yaitu dengan sistem Indeks Massa Tubuh (IMT / Body Mass Index / BMI). Index massa tubuh adalah sebuah satuan yang didapat dari perhitungan tinggi badan dan berat badan anda saat ini. Dari angka inilah kemudian kita bisa menentukan level kegemukan kita berdasarkan pengelompokan dibawah ini :

 

  • IMT/BMI < 17 : sangat kurus
  • IMT/BMI < 17 – 18,5 : kurus
  • IMT/BMI 18,5 – 24.9 : ideal
  • IMT/BMI 25,0 – 29,9 : gemuk (overweight)
  • IMT/BMI 30,0 – 34.9 : Obesitas level 1
  • IMT/BMI 35,0 – 39.9 : Obesitas level 2
  • IMT/BMI > 40 : Obesitas level 1

Lalu berapa IMT atau BMI anda?

Anda bisa menghitungnya sendiri dengan rumus indeks massa tubuh berikut ini :

IMT : berat badan anda (dlm kg) dibagi (tinggi badan x tinggi badan)

tinggi badan dalam meter.

misalnya :

berat badan anda 70kg
tinggi : 161 cm (=1,61 m), maka rumusnya menjadi :
IMT = 70 : (1,61×1,61) = 70 : 2,5921 = 27,005

Dengan berpatokan pada tabel di atas, maka anda tergolong gemuk (di range IMT 25,00 s.d 29,9)

Anda juga bisa menggunakan kalkulator BMI dibawah ini. Tinggal masukkan tinggi dalam cm dan berat dalam kg, maka akan muncul angka BMI milik anda

Your BMI is

Powered by BMI Calculator

Lalu bagaimana menentukan berat badan ideal saya?

Pertama kita harus sepakati bahwa IMT terideal adalah 21,7 (yang merupakan titik tengah pada range IMT ideal 18,5 s.d 24,9). Lalu masukkan rumus berikut :

berat badan (ter)ideal = 21,7 x tinggi x tinggi = 21,7 x 1,61 x 1,61 = 56.24 kg!

Tapi, perhitungan indeks massa tubuh ini hanya untuk menghitung perbandingan berat tubuh anda dengan tinggi, tapi tidak bisa menghitung komposisi berat tubuh anda : berapa sih kadar lemak tubuh, kadar air, massa otot, massa tulang hingga kadar lemak perut. Karena banyak orang yang sebenarnya memiliki berat badan ideal (jika berpatokan dari BMI/IMT), tapi perutnya buncit. Kalau untuk menentukan kadar lemak perut, anda bisa menggunakan timbangan khusus TANITA.

Amankah Produk Herbalife untuk Diabetes?

Penderita diabetes sudah pasti harus lebih selektif dalam urusan makan. Semua yang serba berkalori tinggi dan berkadar gula tinggi harus dihindari. Sehingga jika ada yang bertanya apakah produk herbalife aman buat penderita diabetes? Jawabannya : Malah sangat amat baik dikonsumsi oleh penderita kencing manis. Kenapa?

  1. Shake Mix sebagai produk utama Herbalife, dalam 1 kali penyajian hanya 80 kkal, sangat cocok untuk orang yang ingin mencari makanan rendah kalori tapi tinggi nutrisi
  2. Shake Mix rendah kadar gula
  3. Shake Mix memiliki kandungan protein tinggi, tapi rendah karbohidrat. Karbohidrat sederhana seperti nasi dan tepung-tepungan biasanya memicu naiknya gula darah
  4. Shake Mix itu memiliki nilai Glikemix Index (GI) yang sangat rendah, dibawah nilai GI nasi merah. Glikemix Index adalah sebuah skala yang diberikan pada sebuah makanan yang menunjukkan percepatan naiknya gula darah. Makin rendah nilai GI sebuah makanan, makin cepat kadar gula darahnya meningkat. Skalanya adalah 1 s.d 100. Makanan dengan GI tertinggi ada pada glukosa. Nilai GI Shake Mix ada di kisaran 21 s.d 24.

herbalife untuk diabetes

Dengan demikian menggunakan produk Herbalife, terutama Shake Mix, bisa sebagai pengendali gula darah pada penderita diabetes. Jadi bukan lagi sekedar aman (tidak menyebabkan sesuatu yang membahayan), malah justru  sebaliknya : bisa membantu meningkatkan kualitas kesehatan!